Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kekayaan Crazy Rich Asian, Jepang masih Nomor Satu

China mencatat pertumbuhan kekayaan konglomerat paling tinggi di Asia Pasifik, tetapi Jepang masih menjadi nomor satu untuk total jumlah kekayaan konglomerat. Lalu, di mana posisi para konglomerat Indonesia?
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 18 Desember 2018  |  14:07 WIB
Konglomerat Asia Pasifik berkontribusi 41,4% dari total kekayaan konglomerat dunia.- Husin Parapat - Ilham Mogu
Konglomerat Asia Pasifik berkontribusi 41,4% dari total kekayaan konglomerat dunia.- Husin Parapat - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA -- Tingkat kekayaan konglomerat berdasarkan High Net Worth Individuals (HNWI) di Asia Pasifik berkontribusi sebesar 41,4% dari total kekayaan konglomerat global pada 2017. Tren menunjukkan konglomerat asal China terus mencatatkan kenaikan jumlah kekayaannya mendekati konglomerat Jepang. 

Asia Pasifik disebut rumah alamiah untuk pertumbuhan pasar konglomerat tercepat di dunia.

Global Head of Market Intelligence William Sullivan mengatakan, kekayaan konglomerat di China berpotensi terus naik pada 2018, meskipun tantangan seperti perang dagang menghadang.

Adapun, kekayaan konglomerat Jepang masih menjadi yang tertinggi di Asia. Pada 2017, konglomerat Jepang memiliki total kekayaan senilai US$7,7 triliun.

Walaupun begitu, pertumbuhan jumlah kekayaan terbesar berasal dari konglomerat China sebesar 144% dalam 7 tahun terakhir menjadi US$6,5 triliun.

Selain Jepang dan China, konglomerat India juga mencatatkan kenaikan sepanjang tahun lalu. Kekayaan milik konglomerat India naik 21,6%, sedangkan populasi konglomeratnya bertambah 20,4%.

Pertumbuhan konglomerat India itu didorong oleh kuatnya pasar modal Negeri Bollywood tersebut. Pertumbuhan kapitalisasi pasar pada 2017  melonjak hingga 51,3% dibandingkan dengan 3,1% pada 2016.

Bukan hanya India, Indonesia juga mencatat kenaikan yang masif terkait jumlah kekayaan para konglomeratnya.

Total kekayaan konglomerat Indonesia pada 2017 senilai US$661 miliar dibandingkan dengan  US$184 miliar pada 2016.

Namun, kenaikan para konglomerat di Indonesia itu dipicu oleh kebijakan amnesti pajak oleh pemerintah pada periode 2016-2017. Kebijakan itu membuat ketersediaan informasi menjadi lebih baik lagi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat asia pasifik orang kaya
Editor : Surya Rianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top