Gara-gara Harga Tiket Pesawat, Dampak Lebaran ke Ekonomi Bakal Kurang Bergairah

Gara-gara harga tiket pesawat mahal, dampak lebaran terhadap ekonomi diprediksi tidak sebesar tahun lalu. Apalagi, efisiensi infrastruktur bakal membuat perputaran uang masa lebaran lebih rendah.
Hafiyyan, Fitri Satrina Dewi, Yanita Petriella
Hafiyyan, Fitri Satrina Dewi, Yanita Petriella - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  17:07 WIB
Gara-gara Harga Tiket Pesawat, Dampak Lebaran ke Ekonomi Bakal Kurang Bergairah
Siap-siap Sambut Lebaran. - Tri Utomo / Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga tiket pesawat yang kelewat mahal bakal berdampak terhadap manfaat ekonomi pada momentum lebaran tahun ini.

Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih mengatakan, aktivitas mudik bisa menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"PDB [Produk Domestik Bruto] diharapkan bisa membaik pada kuartal II/2019 menjadi 5,2%," ujarnya.

Lana memperkirakan jumlah pemudik pada tahun ini di bawah 20 juta orang atau lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Berdasarkan data sistem informasi angkutan dan sarana transportasi, jumlah pemudik hingga H+9 Idulfitri 2018 mencapai 20,86 juta orang.

Senada dengan Lana, ekonom Institute for Development of Economics and Finance Bhima Yudhistira mengatakan, harga tiket pesawat yang mahal bakal membuat pertumbuhan ekonomi di daerah tidak menggeliat seperti tahun-tahun sebelumnya.

Bahkan, Ekonom Universitas Katolik Soegijapranata Andreas Laok mengatakan, perputaran uang pada periode lebaran kali ini bakal tetap di atas 10%. Namun, persentase pertumbuhan tidak setinggi 2 tahun sebelumnya ketika permintaan uang bisa meningkat sekitar 15%.

Namun, perlambatan pertumbuhan perputaran uang bukan diakibatkan oleh lesunya konsumsi, melainkan terjadi efisiensi beban mudik akibat kehadiran infrastruktur yang mumpuni seperti, Tol Trans Jawa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Tag : Mudik Lebaran
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top