Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkot Balikpapan Pertanyakan Lonjakan Investasi Jembatan Tol

Proyek jembatan tol teluk Balikpapan diharapkan bisa meningkatkan konektivitas antara Balikpapan dan Penajam Paser Utara, tetapi Pemkot Balikpapan sedang mempertanyakan biaya pembangunan. Kabarnya, biaya investasi naik tiga kali lipat.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  15:43 WIB
Proyek jembatan jalan tol Balikpapan.  -  Husin Parapat

Bisnis.com, BALIKPAPAN -- Proyek jembatan tol teluk Balikpapan diharapkan menjadi alternatif bagi konektivitas Balikpapan dengan Penajam Paser Utara. Namun, pemerintah kota Balikpapan menyebutkan ada kenaikan biaya pembangunan hingga tiga kali lipat.

Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan mencatat rencana investasi awal untuk proyek jembatan tol itu sekitar Rp5 triliun, tetapi sekarang naik menjadi Rp16,4 triliun. Untuk itu, pemerintah kota akan melakukan konfirmasi terkait revisi anggaran dan memastikan komponen yang menyebabkan kenaikan biaya investasi.

Nantinya, pemkot akan berkoordinasi dan konfirmasi dengan operator yakni, PT Waskita Toll Road.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi memperkirakan kemungkinan kenaikan biaya terjadi pada desain jembatan. Namun, pihaknya belum tahu secara detail komponen peningkatan biaya.

“Belum dilakukan ekspose baru dari Waskita kepada kami. Katanya, bulan ini ada, kami belum tahu mengapa kenaikannya sampai 300%. Ini case dari perencanaan 5 triliun jadi 16,50 triliun ,” ujar Rizal Effendi, Walikota Balikpapan di kantornya, Selasa (22/1).

Di sisi lain, Waskita Toll Road menyangkal ada kenaikan investasi jalan tol sepanjang 7,6 kilometer tersebut.

Sejak awal, tuturnya, perencanaan nilai investasi untuk proyek ini memang sudah dipatok Rp16,50 triliun. Adapun, untuk biaya konstruksi diperkirakan Rp11,62 triliun.

Selain itu, sudah disepakati bahwa Waskita Toll Road akan berkongsi dengan pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Pada proyek itu, Waskita Toll Road memegang 60% saham, sisanya dimiliki PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi 20%, PD Benoa Taka Kabupaten Penajam Paser 15%, dan PD Kotamadya Daerah Tingkat II Balikpapan 5%.

Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto menyatakan bahwa ada rencana untuk mengecilkan investasi cukup di angka Rp16 triliun.

Herwidiakto menuturkan bahwa untuk sinkronisasi tata ruang, perusahaan mempercayakan proses penyelesaian kepada pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Sekarang ini tahapan tenderkan harus dilakukan dulu di PU . Kemungkinan mulai Februari PQ dan Mei baru muncul pemenang tendernya,” jelas Herwidiakto kepada Bisnis.

Terkait dengan rencana lelang, dia menyatakan bahwa hal itu memang mundur dari target awal sehingga pemenang tender baru akan didapatkan sekitar Mei 2019.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jalan tol
Editor : Surya Rianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.



Berita Terkini Lainnya

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top