Ini Kesiapan Indonesia Menuju Industri 4.0

Negara di Asia Tenggara mulai memberikan perhatian terhadap proses transisi menuju industri 4.0. Nah, sejauh manakah persiapan Indonesia untuk menuju era industri baru tersebut?
Wibi Pangestu Pratama | 31 Januari 2019 18:23 WIB
Menuju Industri 4.0 / Ilham Nesabana / Amri Hidayat - Yayan Indrayana

Bisnis.com, JAKARTA -- Isu transformasi menjadi industri 4.0 menjadi bahasan negara-negara Asia Tenggara. Nah, sejauh mana kesiapan Indonesia untuk menyambut era industri baru tersebut?

Negara di Asia Tenggara bakal melakukan pertemuan pada April 2019 untuk membahas pengembangan industri 4.0. Ada 12 poin pengembangan industri 4.0 yang akan dibahas seperti, integrasi konsep peta jalan, pengembangan sumber daya manusia, otomasi, dan infrastruktur.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengklaim, Indonesia menjadi negara yang siap dalam pengembangan industri 4.0 dalam skala regional Asia Tenggara. Pasalnya, Indonesia sudah memiliki peta jalan sendiri.

Indonesia disebut sudah memetakan rantai pasok skala regional sehingga sejalan dengan pengembangan industri 4.0 negara Asean. Beberapa negara yang dipetakan rantai pasoknya adalah Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Keyakinan Airlangga itu sesuai dengan hasil indikator kesiapan industri dalam memasuki industri 4.0 melalui Indonesia Readiness Index 4.0 (INDI 4.0).

Pada penilaian awal itu, rata-rata industri di Indonesia berada di level 2 artinya, sudah memasuki tahap kesiapan awal menuju era industri baru tersebut.  

Penilaian itu dilakukan kepada sekitar 20 perusahaan dari lima sektor yang disiapkan untuk industri 4.0.

Kelima sektor itu antara lain, industri tekstil, otomotif, elektronik, makanan dan minuman, serta industri kimia.

"Lima sektor ini akan diberikan insentif fiskal melalui tax holiday, serta pengembangan SDM [Sumber daya manusia] melalui link and match pendidikan vokasi dan politeknik," Airlangga Hartarto

Selain itu, pemerintah juga sudah bekerja sama dengan Singapura untuk meningkatkan daya saing. Kerja sama itu untuk pengembangan Digital Innovation Center bagi industri mamin.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia Fajar Budiyono mengatakan, industri kimia menjadi sektor yang siap memasuki era industri 4.0 dengan otomasi yang sudah diterapkan sejak lama.

"Untuk bisa bersaing di tingkat regional, beberapa regulasi perlu ditinjau kembali untuk tingkatkan daya saing industri kimia," ujarnya.

Beberapa regulasi yang disorot adalah kebijakan cukai plastik dan larangan penggunaan kantong plastik di beberapa kota.

Peraturan itu dinilai tidak pro industri akan menurunkan minat investasi yang masuk ke Indonesia.

Lalu, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat mengatakan, saat ini industri tekstil masih mempersiapkan untuk implementasi industri 4.0, terutama di sektor hilir karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Hal ini mengingat penerapan otomatisasi berpotensi mengurangi jumlah tenaga kerja sehingga para pengusaha belum bisa menjalankan secara penuh konsep industri baru tersebut.

Tag : Revolusi Industri 4.0
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top