Prospek Cerah, Investasi ke Tekfin Bakal Terus Mengalir

Investasi ke perusahaan rintisan sektor teknologi di Indonesia bakal terus mengucur. Perkembangan pengguna ponsel pintar menjadi salah satu faktor pendorongnya.
Demis Rizky Gosta & Deandra Syarizka
Demis Rizky Gosta & Deandra Syarizka - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  18:34 WIB
Prospek Cerah, Investasi ke Tekfin Bakal Terus Mengalir
Infografis

Bisnis.com, JAKARTA -- Investasi ke perusahaan rintisan sektor teknologi finansial di Indonesia bakal terus mengucur. Prospek industri teknologi finansial masih cukup bagus pada tahun ini. 

Laporan 2019 Fintech Trends to Watch yang dipublikasikan CB Insights mencatat pendanaan yang diraih perusahaan teknologi finansial (Tekfin) Asia Tenggara melonjak hingga 143% menjadi US$484,71 juta pada 2018 dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Perusahaan tekfin yang bergerak di bidang transaksi pembayaran tumbuh 281% sepanjang tahun lalu. Lalu, perusahaan di bidang pembiayaan langsung atau peer to peer lending tumbuh hingga 400%.

Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia Mercy Simorangkit yakin tren pertumbuhan bisnis tekfin bakal terus berlanjut. Pasalnya, pengguna ponsel pintar meningkat lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan rekening bank.

Riset McKinsey & Company bertajuk Digital Banking in INdonesia Building Loyalty Generating Growth menunjukkan selisih antara pengguna ponsel pintar dengan pemilik rekening bank akan mencapai 13 juta pada 2018-2025.

Selain itu, perkembangan pesat industri tekfin juga tampak dari pertumbuhan jumlah unduhan aplikasi kategori finansial di Indonesia.

Laporan berjudul The State of Mobile 2019 yang dirilis Apps Annie mencatat pertumbuhan unduhan aplikasi kategori finansial Indonesia paling pesat secara global.

Jumlah unduhan aplikasi finansial di Indonesia melonjak 400%. Pertumbuhan jumlah unduhan tertinggi kedua adalah India sebesar 300%.

Partner di East Ventures Wilson Cuaca menjelaskan pertumbuhan unduhan aplikasi kategori finansial sangat tinggi karena sebagian besar aplikasi itu dimiliki oleh pemodal besar.

Kompetisi yang ketat dan modal yang kuat mendorong perusahaan tekfin menghabiskan biaya sangat tinggi untuk beriklan. Semakin besar biaya iklan bakal mendorong tingkat unduhan.

Namun, laju pertumbuhan unduhan aplikasi finansial bakal melambat pada 2019. Penyebabnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai tegas mengawasi bisnis pinjaman langsung tunai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fintech

Tag : fintech
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top