Impor Minyak Susut, Kebijakan Penyerapan Minyak KKKS Sukses?

Impor minyak Indonesia mencatatkan penurunan sepanjang dua bulan pertama tahun ini. Apakah sinyal kebijakan penyerapan minyak KKKS oleh Pertamina memberikan dampak positif?
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  16:15 WIB
Impor Minyak Susut, Kebijakan Penyerapan Minyak KKKS Sukses?
Impor Minyak Mentah mengalami penurunan. - Tri Utomo / Amri Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Impor minyak mentah Indonesia mencatatkan penurunan Pada dua bulan pertama tahun ini. Harapannya, impor minyak bisa terus turun dengan strategi penyerapan minyak mentah KKKS langsung oleh PT Pertamina (Persero).

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, sudah ada 29 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang menyerahkan hasil produksi minyak ke Pertamina sebanyak 123.000 barel per hari.

"Saya pastikan, penurunan impor minyak itu dampak dari penyerapan oleh Pertamina dari KKKS. Biar lebih terlihat, nanti tunggu hasil per kuartalannya," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (18/3).

Volume impor minyak mentah selama Januari-Februari 2019 mengalami penurunan 41,6% menjadi 1,5 juta ton dibandingkan dengan 2,57 juta ton pada periode sama pada tahun lalu.

Dari segi nilai, impor minyak mentah juga mencatatkan penurunan sebesar 70% menjadi US$767,68 juta dibandingkan dengan US$1.806,3 juta pada periode sama pada tahun lalu.

Pertamina juga mencatat penurunan impor minyak mentah sebesar 43% menjadi US$234,9 juta sepanjang Februari 2019.

Pemerintah memang melancarkan strategi penggunaan devisa dalam impor migas lewat lifting nasional oleh Pertamina. Dengan strategi itu, diharapkan impor minyak mentah bisa ditekan.

Saat ini, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia sekitar 1,6 juta barel per hari, sedangkan lifting minyak mentah hanya 800.000 barel per hari.

Namun, Pertamina pun hanya bisa menyerap lifting minyak nasional sekitar 70% atau 560.000 barel per hari. Jadi, total kebutuhan impor minyak mentah untuk memenuhi konsumsi BBM bisa mencapai sekitar 1 juta barel per hari.

Negosiasi Pertamina - ExxonMobil

Sementara itu, Pertamina tengah bernegosiasi dengan ExxonMobil terkait jual-beli minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Bojonegoro.

Vice Presiden Public and Government Affairs Erwin Maryoto mengatakan, kedua belah pihak masih bernegosiasi. Sebelumnya, negosiasi akhir tahun lalu tidak menemui kesepakatan.

"Kami lagi bicara secara terbuka," ujarnya.


Adapun, hasil lifting minyak mentah ExxonMobil pada 2018 sebesar 31.200 barel per hari. Jika negosiasi sukses, jumlah minyak KKKS yang diserap Pertamina akan bertambah 31.200 barel per hari menjadi 154.000 barel per hari.

Jumlah itu sebesar 77% dari total minyak yang menjadi bagian KKKS.

Vice President Corporate Communication Fajriyah Usman mengatakan, penyerapan minyak dari Chevron masih terus berjalan dan sedang dalam proses perpanjangan kontrak berikutnya.

Di sisi lain, Dirjen Migas Kemenerian ESDM Djoko Siswanto menuturkan, Pertamina telah bersepakat dengan BP Indonesia untuk menyerap kondensat dari Tangguh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, impor minyak, minyak mentah

Tag : Harga Minyak, impor minyak, minyak mentah
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top