BCA Akuisisi dengan Harga Tinggi, Ini Nasib Bank Royal Nantinya

Bank Central Asia Mengakuisisi Bank Royal Indonesia dengan nilai paling tinggi Rp1,007 triliun. Nilai itu bisa dibilang cukup mahal, kira-kira akan dijadikan apa Bank Royal oleh BCA?
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 23 April 2019  |  11:32 WIB
BCA Akuisisi dengan Harga Tinggi, Ini Nasib Bank Royal Nantinya
BCA Akuisisi Bank Royal - Amri Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. merealisasikan akuisisi bank kecil pada tahun ini. Perseroan bakal mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia dengan nilai paling tinggi Rp1,007 triliun.

Bank swasta terbesar di Indonesia itu dinilai membayar cukup mahal untuk Bank Royal dengan valuasi hingga tiga kali dari nilai buku.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, biasanya akuisisi bank memiliki valuasi 2 kali sampai 2,5 kali nilai buku.

"Valuasi tinggi Bank Royal itu bisa terjadi karena BCA membutuhkan bank kecil [Bank umum kegiatan usaha I] yang memiliki kinerja keuangan dan aset yang baik," ujarnya kepada Bisnis pada Senin (22/4).

Presiden Direktur Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja mengatakan, perseroan akan menjadikan Bank Royal sebagai anak usaha yang fokus pada bisnis tertentu yakni, UMKM dan dana kelolaan.

Bank berkode emiten BBCA itu juga tidak akan merger Bank Royal sesuai saran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jahja menjelaskan, perbedaan karakter yang terlalu besar antara perseroan dengan Bank Royal bisa membuat deposan dan debitur bank BUKU I itu lari.

"Soalnya, deposan biasanya ingin bunga deposito tinggi, sedangkan debitur ingin sebaliknya. Kalau dimerger dengan BCA dan bunga simpanan rendah, para deposan bisa saja lari," ujarnya.

Pada Senin (23/04/2019), BCA dan anak usahanya PT BCA Finance mengumumkan telah membeli seluruh saham Bank Royal Indonesia dari PT Royalindo INvesta Wijaya pada 16 April 2019.

Sampai 2018, pertumbuhan kredit Bank Royal turun 1,32% menjadi Rp566,93 miliar dibandingkan dengan Rp574,54 miliar pada 2017.

Dari sisi laba bersih, Bank Royal kembali mencatatkan untung senilai Rp857 juta dibandingkan dengan rugi Rp14,76 miliar pada 2017.

Rasio kredit bermasalah kotor Bank Royal juga membaik setelah turun menjadi 2,26% dibandingkan dengan 5,62% pada 2017. Lalu, kredit bermasalah bersih juga turun menjadi 1,38% dibandingkan dengan 2,31%.

Dari sisi rasio kecukupan modal, Bank Royal memiliki rasio yang cukup tebal yakni, 54,6%.

Dalam sepekan terakhir, harga saham BBCA telah mencatatkan kenaikan sebesar 1,99% menjadi Rp28.075 per saham. Secara harian sampai sesi I perdagangan Selasa (23/04/2019), harga saham BBCA melorot 0,18%.

Lonjakan harga saham BBCA terjadi pada 16 April 2019 atau ketika BBCA melakukan tanda tangan jual beli saham bersyarat dengan Bank Royal tersebut.

Tag : bca, Aksi Korporasi
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup