Rencana Antam, dari Dongkrak Produksi sampai Serap Saham Divestasi Vale Indonesia

Antam bakal agresif untuk mendongkrak kinerjanya pada tahun ini. Dari kenaikan produksi sampai rencana ambil saham Vale Indonesia dan Nusa Halmahera Minerals.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 April 2019  |  19:06 WIB
Rencana Antam, dari Dongkrak Produksi sampai Serap Saham Divestasi Vale Indonesia
Antam Makin kemilau

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Aneka Tambang Tbk. memiliki rencana besar untuk mendongkrak kinerjanya pada tahun ini. Dari memacu penjualan nikel dan bauksit sampai rencana penyerapan saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk.

Direktur Utama Aneka Tambang (Antam) Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan, perseroan berpotensi mengejar target penjualan setelah meraih izin ekspor bijih nikel sebanyak 3,9 juta ton dan penambahan 1,3 juta ton dari proyek blast furnace di Halmahera Timur.

Emiten berkode ANTM itu juga bisa mendapatkan tambahan bijih bauksit 840.000 ton dari proyek di Mempawah. Tambahan bauksit itu bisa mendongkrak ekspor menjadi 2 juta ton.

Perusahaan tambang pelat merah itu menargetkan produksi feronikel bisa tumbuh 21% menjadi 30.280 ton, sedangkan emas dipatok naik 15% menjadi 32.036 kg.

Tak hanya mendongkrak ekspansi, perseroan juga berencana menambah portofolio bisnis di dua negara yakni, Afrika dan Laos.

Direktur Pengembangan Usaha Antam Sutrisno mengatakan, perseroan tengah menjajaki potensi tambang emas baru di Afrika. Antam juga mengincar tambang logam nonemas yakni, mineral fosfat, di Laos.

"Jajaki saja dulu, kami sudah kirim tim ke sana untuk melihat potensinya," ujarnya.

Di sisi lain, Arie mengatakan, perseroan berminat menyerap saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk. Pasalnya, tambang mineral emiten berkode INCO bisa menambah portofolio tambang yang dimiliki perseroan.

"Semua yang berkaitan dengan misi pertambangan untuk menambah dan menguasai cadangan, kami akan tertarik," ujarnya.

Namun, dia menegaskan, pihaknya belum mengetahui penugasan saham divestasi INCO itu akan diberikan kepada PT Inalum (Persero) selaku induk perseroan atau Antam.

Selain itu, Antam juga berpotensi menjadi pemegang saham PT Nusa Halmahera Minerals. Pasalnya, Australia Newcrest Mining Limited yang memiliki 26% saham Nusa Halmahera Minerals wajib divestasi pada 2020.

Saat ini, Antam sudah mengenggam 25% saham Nusa Halmahera Minerals.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
antam, Aksi Korporasi

Tag : antam, Aksi Korporasi
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top