TrueMoney Layanan Pengiriman Uang, Kian Dipercaya Masyarakat

Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami periode di mana kartu kredit dan debit masih menjadi barang ‘eksklusif’. Bisa jadi Anda sendiri pun pernah mengalami transaksi dalam jumlah besar dengan menggunakan bergepok-gepok uang tunai.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 26 April 2019  |  07:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Mungkin sebagian dari Anda pernah mengalami periode di mana kartu kredit dan debit masih menjadi barang ‘eksklusif’. Bisa jadi Anda sendiri pun pernah mengalami transaksi dalam jumlah besar dengan menggunakan bergepok-gepok uang tunai.

Masa-masa tersebut saat ini sudah jauh berlalu. Mayoritas masyarakat Indonesia sangat familiar dengan transaksi nontunai. Cukup ‘gesek’, dan barang atau jasa yang diinginkan sudah bisa dimiliki dalam sekejap.

Apalagi, setelah Bank Indonesia mulai mengenalkan uang elektronik pada 2009 untuk mendorong transaksi nontunai. Dalam 5 tahun kemudian, bank sentral juga melancarkan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). 

Fakta itu menyatakan bahwa transaksi nontunai telah menjadi bagian integral dalam gaya hidup masyarakat modern. Mulai dari membayar tiket kereta, tol, pesawat, hotel, bahkan barang-barang kebutuhan sehari-hari dapat dilakukan tanpa harus menggunakan uang fisik.

Bahkan, pada 2020 pemerintah menargetkan tercapainya Masyarakat Digital melalui program Go Digital Vision. Hal tersebut mengindikasikan cashless society akan menjadi sebuah keniscayaan di Tanah Air, mengikuti tren yang sudah dilakukan negara maju seperti Prancis, Kanada, Inggris, dan Swedia.

Lantas, bagaimana dengan di Indonesia? Apa perlunya mengejewantahkan budaya masyarakat nontunai dalam gaya hidup sehari-hari?

Berdasarkan data dari Global Findex 2017, sebanyak 33% dari total masyarakat Indonesia masih unbanked. Alasan jarak dari rumah menuju kantor bank yang jauh menjadi alasan utama. Terkait hal tersebut, uang elektronik menjadi solusi yang cukup manjur. Begitu banyak manfaat dari transaksi nontunai ini.

Berdasarkan sosialisasi GNNT Bank Indonesia, terdapat empat manfaat nontunai. Pertama, manfaat keamanan dan kepraktisan. Kedua, menekan biaya pengelolaan uang rupiah dan cash handling. Ketiga, manfaat perencanaan ekonomi yang lebih akurat dan mudah dilacak. Keempat, meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian.

Salah satu uang elektonik yang terbukti aman, andal, dan berdaya jangkau luas adalah TrueMoney. Mengusung tiga budaya bisnis yakni mudah, cepat, dan aman, perusahaan penyelenggara uang elektronik dan remitansi ini hadir di Indonesia pada September 2015. TrueMoney berada di bawah payung Ascend Group, melalui PT. Witami Tunai Mandiri.

Layanan yang diberikan oleh TrueMoney saat ini adalah transfer uang elektronik, pembelian (pulsa, token listrik, paket data internet, dan saldo KRL), dan pembayaran tagihan bulanan (BPJS, PLN, PDAM, cicilan kredit, TV berlangganan, internet & telepon).

Semua layanan TrueMoney dapat dinikmati melalui aplikasi berbasis Android. Saat ini, TrueMoney memiliki lebih kurang 16.000 agen, dan 29.000 agen Android. Anggota pengunduh aplikasi TrueMoney mencapai 440.000. Jangkauan TrueMoney tersebar di  12 kota besar di Indonesia, dan menggandeng 94 bank mitra layanan untuik transfer dana.

Khusus untuk layanan remitansi pengiriman uang di dalam negeri yang dimulai sejak Desember 2017, TrueMoney telah bermitra dengan PT BNI 46 Persero (BNI 46), PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart),  PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi), PT Adisena Mitra Usaha (Mitra MoneyGram), dan PT Madame Express Remitindo.

Kepercayaan pelanggan atas layanan yang memuaskan dari manajemen perusahaan membuat rata-rata transaksi mencapai 35.000 per hari. Dengan target transaksi mencapai 13,1 juta pada 2019, TrueMoney mengungguli capaian dari PT Pos melalui layanan Wesel Pos sebesar 7,34 juta, dan Western Union di kantor pos sebesar 3,57 juta. Keandalan itu membuat TrueMoney menjadi  Market Leader di Remitansi Domestik dan TrueMoney didapuk sebagai layanan pengiriman uang yang dapat dipercaya pilihan masyarakat Indonesia.

Tag : uang elektronik
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top