Mike Tyson, Eks Raja Ring Tinju Dunia yang Jadi Juragan Ganja

Mike Tyson resmi mundur tepat pada 12 Juni 2005, perjalanan karir si leher beton ini bak roller coaster. Pada awal karirnya, dia menggebrak dunia setelah menjadi juara dunia tiga kali dari tiga federasi berbeda, tetapi akhir karirnya sempat diwarnai kebangkrutan yang menimpanya. Berikut kisahnya.
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  16:45 WIB
Mike Tyson, Eks Raja Ring Tinju Dunia yang Jadi Juragan Ganja
Jejak karir Mike Tyson. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Mike Tyson resmi mundur dari dunia tinju pada 12 Juni 2005. Perjalanan karir si Leher Beton pun kerap diwarnai aksi kontroversi hingga saat ini dia menjadi juragan ganja.

Tyson mengawali karir tinju profesional pada awal 1985. Pada awal karirnya, Si Leher Beton langsung menggebrak ring tinju setelah mengalahkan Hector Mercedes.

Karirnya kian menanjak, Tyson muda meraih menjadi juara kelas berat termuda versi Word Boxing Council (WBC) setahun setelah debutnya. Dia menjadi juara pada umur 20 tahun setelah mengalahkan Trevor Berbick.

Tyson makin memperkokoh dirinya sebagai raja di ring tinju setelah menjadi juara dunia kelas berat versi World Boxing Association (WBA) pada Maret 1987. Kali ini, James Smith menjadi korban.

Dia mengangkat sabuk juara ketiganya setelah menjadi juara dunia kelas berat versi International Boxing Federation (IBF) pada Agustus 1987. Tony Tucker menjadi korban Tyson untuk meraih sabuk juara tersebut.

Meraih tiga gelar juara dunia dari federasi tinju yang berbeda mengukuhkan Tyson sebagai raja ring tinju di dunia saat itu. Sayangnya, dia hanya mampu mempertahankan gelar itu selama tiga tahun.

Pada Februari 1990, Tyson mengalami kekalahan perdananya setelah menerima pukulan bertubi-tubi dari James Douglas. Sang Leher Beton tumbang pada ronde ke-10 dan menyerahkan sabuk juara ke lawannya.

Pasca kekalahan KO itu, hidup Tyson seolah berubah 180 derajat.  Dua tahun setelah kekalahan itu, Tyson terlibat skandal pemerkosaan kontestan Miss Black Amerika, Desiree Wahsington. Akibat skandal itu, Tyson dihukum penjara selama 3 tahun.  

Keluar dari penjara, Tyson seperti sulit membangkitkan semangat bertarungnya lagi. Dia pun menciptakan pertarungan bersejarah yang diingat oleh banyak orang pada Juni 1997.

Saat itu, dia berhadapan dengan Evander Holyfield, Tyson mengiggit telinga Holyfield hingga berdarah. Kejadian itu menjadi momen yang tidak dilupakan ketika eks raja ring tinju seperti frustasi hingga mengiggit telinga lawannya.

Akhirnya, Tyson pun didiskualifikasi dalam pertandingan tersebut.

Setelah kejadian itu, karir Tyson terus mengalami kemunduran. Aksi terakhirnya di arena tinju adalah ketika kalah bertarung dari Kevin McBride di ronde ke-7 pada 12 Juni 2005. Usai pertandingan itu, Tyson pun menyatakan mundur dari dunia tinju.

Tak hanya karir yang mulai menurun, Tyson juga sempat mengalami kesulitan keuangan. Pada 2003, sang eks juara dunia tinju dari 3 federasi itu dinyatakan bangkrut di pengadilan kebangkrutan Amerika Serikat (AS). Si Leher Beton tercatat memiliki utang senilai US$223 juta.

Pasca pensiun dari dunia tinju, Tyson mencoba berbagai profesi. Salah satunya aktor film, dia sempat adu akting di film Hangover. Selain jadi aktor, Tyson juga sempat menjajal profesi pelawak dalam pertunjukan stand up comedy.

Nah, teranyar, Tyson menjajal bisnis ganja. Tampaknya, profesi yang terakhir ini cukup berhasil.

Si Leher Beton membuka puluhan hektar ladang ganja di California. Dia juga mengadakan festival ganjal dengan tema Kind Music Festival di perkebunannya. Para pengunjung bisa menikmati musik, makan, dan minum sambil merokok ganja.

Tag : tinju
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top