Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Bangkit di Atas US$10.000

Harga Bitcoin yang sempat mencapai akhir masa kejayaannya dinilai bersiap untuk bangkit lagi. Ini analisis prospek kebangkitan mata uang kripto tersebut.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  18:19 WIB
Harga Bitcoin Diprediksi Bisa Bangkit di Atas US$10.000
harga bitcoin siap bangkit. - Husin Parapat / Ilham Nesabana

Bisnis.com, JAKARTA -- Bitcoin perlahan mulai bangkit menuju level US$10.0000. Ada harapan, harga mata uang kripto itu bisa kembali ke era kejayaannya.

Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, Bitcoin masih punya peluang lanjut menguat. DUkungan dari banyak tokoh membuat kepercayaan investor bertambah untuk berinvestasi di aset mata uang kripto seperti Bitcoin.

"Reli penguatan diprediksi bisa terus berlanjut sepanjang tahun ini," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (19/6/2019).

Ariston memperkirakan, target harga Bitcoin selanjutnya ada di level US$9.700 per bitcoin.

"Peluang menuju US$10.000 terbuka lebar," ujarnya.

Salah satu yang mendongkrak rasa percaya diri investor untuk berinvestasi di Bitcoin antara lain, CEO Twitter Jack Dorsey yang mendukung penggunaan mata uang kripto tersebut.

Sampai perdagangan Kamis (20/06/2019), harga Bitcoin kembali menguat sebesar 1,39% menjadi US$9.240 per Bitcoin.

Sementara itu, adanya jadwal pengurangan reward per blok bitcoin yang disebut sebagai Halving Day membantu mendorong naik harga bitcoin.

Pengurangan reward yang diterima oleh penambang atau miner bitcoin dari semula US$12,5 per bitcoin menjadi US$6,25 per bitcoin akan membuat koin yang beredar di pasar tidak sebanyak saat ini. Alhasil, sesuai hukum penawaran dan permintaan, harga Bitcoin berpotensi naik.

Adapun, Halving Day dijadwalkan pada akhir Mei 2020 merupakan momen yang terjadi setiap 4 tahun sekali sebagai upaya untuk menjaga tingkat inflasi bitcoin.

Di sisi lain, Analis Cryptowatch Christopher Tahir mengatakan bahwa Bitcoin memiliki potensi untuk menguat lebih jauh melampaui level tertingginya pada 2017, yaitu di atas US$20.000 per Bitcoin.

"Ruang untuk naik lebih jauh masih banyak, tapi diprediksi untuk melampaui level puncak tersebut baru akan terjadi akhir tahun ini atau tahun depan," papar Christopher kepada Bisnis.

Penguatan bitcoin dibantu oleh beberapa investor yang mulai menganggap koin digital dengan kapitalisasi pasar terbesar ini sebagai aset investasi aman, selain emas, dolar AS, dan yen.

Unjuk rasa yang belum lama ini terjadi di Hong Kong, atau negara yang disebut Global Financial Hub, membuat investor mulai mengalihkan aset investasi yang sebelumnya disimpan di Hong Kong ke aset kripto bitcoin.

Hingga akhir tahun, Christopher memproyeksi harga bitcoin akan bergerak di kisaran US$10.000 per bitcoin hingga US$12.000 per bitcoin.

"Kecuali ada kejadian ekonomi besar-besaran yang membuat iklim investasi menjadi tidak stabil, sehingga investor akan berbondong-bondong mencari aset investasi aman bitcoin, maka bitcoin akan mencapai level puncak barunya lebih cepat," papar dia.

Walaupun demikian, Christoper memperingatkan investor untuk tetap berhati-hati, karena setiap reli penguatan akan diikuti koreksi.

Apalagi mengingat pergerakan koreksi bitcoin bisa sangat besar sehingga investor juga akan merugi dengan nilai yang lebih besar. Hal tersebut dinilai wajar karena pertumbuhan bitcoin pun juga besar.

"Saya ingatkan untuk setiap investor tetap ingat risikonya juga. Banyak yang mulai masuk investasi di bitcoin hanya ingat reward tetapi lupa risiko dan manejemen keuangannya sehingga perlu strategi yang pintar," ujar Christoper.

Seperti yang diketahui, Bitcoin sempat melonjak mendekati US$20.000 per bitcoin pada akhir 2017, puncak bubble yang didorong oleh investor ritel. Namun, pada kuartal ketiga tahun lalu harga bitcoin runtuh, dengan perdagangan didominasi hanya dari dana lindung nilai yang lebih kecil dan perusahaan kripto itu sendiri.

Adapun, akibat terjun bebasnya harga bitcoin tersebut, hingga saat ini banyak analis dan trader cenderung netral terhadap laju bitcoin dan belum menemukan alasan fundamental yang mampu menjadi katalis positif bitcoin.

Posisi netral tersebut cenderung berubah setelah bitcoin berhasil menyentuh level US$8.000 per bitcoin belum lama ini.

Tag : bitcoin
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top