Peluang dan Risiko Saham Jasa Marga di Semester Kedua

Jasa Marga direkomendasikan oleh 5 sekuritas untuk ambil posisi beli meskipun kinerja pendapatan dari konstruksinya mengalami penurunan drastis. Berikut beberapa sorotan untuk melihat prospek emiten berkode JSMR tersebut.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  16:18 WIB
Peluang dan Risiko Saham Jasa Marga di Semester Kedua
Rekomendasi saham JSMR. - Yayan Indrayana

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. bisa menjadi pilihan untuk investasi jika melihat rekomendasi beberapa sekuritas. Ada 5 dari 11 sekuritas yang merekomendasikan beli untuk saham dengan kode JSMR tersebut.

Sisanya, ada 3 sekuritas yang merekomendasikan hold, 1 neutral, 1 outpeform, dan 1 add. Rentang target harga berkisar antara Rp5.475 per saham - Rp7.000 per saham.

harga saham JSMR

Sampai perdagangan Senin (29/07/2019), harga saham Jasa Marga turun 1,3% menjadi Rp5.675 per saham dengan kapitalisasi pasar Rp41,19 triliun dan  price earning to ratio (PER) 18,58 kali.

Ada beberapa yang menjadi sorotan untuk Jasa Marga saat ini.

1. Pendapatan Tol Tumbuh 9,2%

Pertama, Jasa Marga mencatatkan pendapatan tol senilai Rp4,74 triliun sepanjang semester I/2019. Pendapatan itu naik 9,2% dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan jalan tol itu berasal dari kontribusi pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan tol TransJawa pada akhir 2018.

"Secara fundamental, pertumbuhan laba bersih JSMR akan mengalami percepatan. Pasalnya, jalan tol baru tidak hanya menawarkan aliran pendapatan, tetapi margin yang lebih tinggi," ujar analis PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia Joko Sogie dan Inggrid Gondoprastowo seperti dikutip dari riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg.

Ruas tol itu pun turun mengerek aset perseroan dari sisi hak pengusahaan jalan tol. Total aset Jasa Marga pun tumbuh 8,8% menjadi Rp89,67 triliun pada paruh pertama tahun ini.

2. Pendapatan Konstruksi Turun 37,45%

Kedua, Jasa Marga mencatatkan penurunan pendapatan konstruksi pada semester I/2019 sebesar 37,45% menjadi Rp8,67 triliun dibandingkan dengan Rp13,87 triliun pada semester I/2018.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto menjelaskan, pendapatan konstruksi perseroan sepanjang 2019 memang turun akibat proyek TransJawa yang sudah rampung.

"Kami percaya JSMR akan menghasilkan efisiensi biaya operasional dan keuangan melalui banyak inisiatif. Untuk itu, kami merekomendasikan beli dengan target harga JSMR dipertahankan di level Rp6.625 per saham," ujar analis PT Indo Premier Sekuritas Willy Goutama.

Penurunan pendapatan konstruksi membuat total pendapatan Jasa Marga pada semester I/2019 turun 25,87% menjadi Rp18,66 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Meskipun begitu, perseroan masih mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk sebesar 1,36% menjadi Rp1,05 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya.

3. Mengerek Pendapatan Tol

Eka Setya yakin pendapatan tol akan terus membaik ke depannya. Keyakinan itu sejalan dengan terus bertumbuhnya jumlah kendaraan.

"Ruas yang beroperasi lebih dari 1.000 km dan akan bertambah seiringnya mulai beroperasi tol baru seperti, Jakarta-Cikampek Elevated, JORR 2, dan lain-lain," ujarnya.

Apalagi, Jasa Marga juga mengoperasikan jalan tol baru seperti, Medan-Kualanamu Tebing Tinggi seksi VIIsepanjang 9,26 km pada kuartal I/2019. Lalu, perseroan juga telah mengoperasikan Pandaan-Malang seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 km, serta akses jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 km.

Tag : jasa marga, rekomendasi saham
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top