Keuntungan Investasi Emas di Era Pelonggaran Moneter

Keuntungan investasi emas sering disebut-sebut menggiurkan, tetapi bagaimana fakta sebenarnya? simak ulasannya berikut ini.
Finna U. Ulfah, Syaiful Millah, Denis Riantiza, Ahmad Rifai
Finna U. Ulfah, Syaiful Millah, Denis Riantiza, Ahmad Rifai - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  06:45 WIB
Keuntungan Investasi Emas di Era Pelonggaran Moneter
Ini cara investasi emas. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA -- Keuntungan investasi emas dianggap sangat menggiurkan, tetapi masih banyak yang bingung cara investasi logam mulia tersebut. Apalagi, jaringan investasi emas sudah semakin banyak, sampai bisa dilakukan di toko daring seperti, Tokopedia atau Bukalapak.

Lalu, banyak juga yang galau memilih beli emas batangan atau dalam bentuk perhiasaan sebagai instrumen investasi. Terutama, kaum perempuan yang merasa perhiasan memiliki fungsi ganda yakni, investasi dan gaya hidup.

CEO Finansialku Melvin Mumpuni menilai perhiasaan tidak bisa dijadikan instrumen investasi. Alasannya, pembuatan perhiasan menggunakan bahan campuran alias tidak murni emas. Hal itu bisa membuat penurunan harga ketika dijual.

"Membeli perhiasaan akan ada biaya pengolahan emas dan campurannya, tetapi ketika dijual biaya itu tidak dihitung lagi," ujarnya seperti dalam catatan Bisnis pada Sabtu (06/07/2019).

Untuk itu, perhiasan emas dinilai lebih cocok disebut persiapan dana darurat ketimbang investasi. Alasannya, emas perhiasan cukup mudah dijual ketika ada kebutuhan darurat.

Pembentuk Harga Emas

Sampai penutupan perdagangan Selasa (30/07/2019), Harga emas dunia sudah melejit 108,8% dalam sepuluh tahun terakhir menjadi Rp645.093 per gram dibandingkan dengan Rp308.941 per gram pada (01/01/2009).

Secara year to date, harga jual emas Antam sudah naik 6,91% menjadi Rp711.000 per gram dibandingkan dengan Rp665.000 per gram pada akhir 2018.

Lalu, harga beli kembali emas Antam naik 13,87% menjadi Rp640.000 per gram dibandingkan dengan Rp562.000 pada akhir 2018.

harga emas 10 tahun terakhir

grafik harga emas dunia dalam rupiah selama 10 tahun terakhir. / Bloomberg

Melvin pun menjelaskan, harga emas di Indonesia dipengaruhi oleh dua faktor yakni, harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Nah, nilai tukar rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS sehingga harga emas juga melambung," ujarnya.

Harga emas pun tengah menjadi perbincangan karena melonjak cukup tinggi sepanjang tahun ini.

Analis PT Maxco Futures Suluh A. Wicaksono mengatakan, tujuan harga emas makin jelas yakni, menuju US$1.500 per troy ounce [US$48,23 per gram].

Sampai perdagangan Selasa (31/07/2019) pukul 16:00 WIB, harga emas dunia turun tipis 0,03% menjadi US$1.430 per troy ounce [US$45,98 per gram].

"Level psikologis baru itu bisa ditembus lebih cepat atau terjadi di akhir tahun lalu," ujarnya.

Sementara itu, pergerakan harga emas akan sedikit galau sepanjang pekan ini. Pasalnya, investor tengah menunggu hasil pertemuan Federal Reserve [The Fed], bank sentral Amerika Serikat.

Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali mengatakan, pasar menanti realisasi pemangkasan suku bunga dan komentar Ketua The Fed Jerome Powell.

"Kalau komentar Powell lebih agresif menurunkan tingkat suku bunga bisa mendorong harga emas menuju level tertinggi yang baru," ujarnya.

Cara Investasi Emas

Setelah mengetahui tren harga emas, lalu bagaimana cara investasi emas?

Pertama, investasi emas bisa dilakukan dengan mendatangi butik logam mulia PT Aneka Tambang Tbk. Sejauh ini, butik logam mulia sudah memiliki 15 jaringan dari Medan sampai Makassar.

Harga emas Antam di setiap butik logam mulia akan berbeda-beda. Harga paling murah ada di butik logam mulia Pulogadung, Jakarta. Perbedaan harga itu terjadi karena ada biaya kirim dan asuransi.

Selain itu, pembelian emas antam juga bisa dilakukan secara daring lewat logammulia.com. Namun, layanan pengiriman emas Antam baru menjangkau beberapa kota di Indonesia.

Nah, bagi yang jauh dari lokasi butik emas logam mulia Antam bisa mengunjungi Kantor Pos Besar di daerah. Antam bekerja sama dengan Pos Indonesia untuk melayani pemesanan dan pengiriman emas tersebut.

Kedua, investasi emas bisa dilakukan di Pegadaian. Pembelian secara tunai hanya bisa dilakukan di Pegadaian Galeri 24, sedangkan kantor cabang Pegadaian lainnya hanya melayani pembelian secara angsuran atau menabung.

Lalu, Pegadaian juga sudah menawarkan pembelian secara daring. Transaksi beli emas secara daring dapat diperoleh melalui aplikasi Pegadaian Digital yang tersedia di Google Playstore atau App Store.

Ketiga, investasi emas bisa dilakukan di perbankan syariah. Beberapa bank syariah seperti, PT Bank Syariah Mandiri, PT BNI Syariah, PT BCA Syariah, dan lainnya menyediakan jasa pembelian emas batangan.

Bahkan, beli emas batangan bisa dibantu dengan pembiayaan bank syariah melalui akad murabahah atau jual-beli.

Biasanya, pembelian emas di bank syariah minimal 10 gram dan rata-rata tenor pembiayaan selama 2 - 5 tahun.

Keempat, Marketplace seperti, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya. Namun, pembelian emas lewat marketplace harus jeli agar investasi emas tetap aman.

Adapun, Tokopedia menyediakan fasilitas TokopediaEmas yang bekerja sama dengan Pegadaian, sedangkan Bukalapak menyediakan BukaEmas lewat kerja sama dengan Indogold.

Kelima, investasi emas bisa dilakukan lewat pembelian di toko emas konvensional. Beberapa kawasan toko emas seperti, Cikini, menjajakan emas dalam bentuk batangan.

Nah, setelah membaca semua ini, sudah siap untuk investasi emas?

Tag : emas, Harga Emas Hari Ini
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top