Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Perjalanan BPJS dari Masa ke Masa - Ilham Mogu
Premium

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bikin Warga Meradang, Berikut Data dan Faktanya

04 November 2019|15:16 WIB
Kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah membuat masyarakat meradang. Hal itu terlihat dari kicauan di Twitter yang mayoritas kontra. Namun, apakah kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang wajib dimiliki seluruh masyarakat Indonesia ini sepenuhnya negatif?

Bisnis.com, JAKARTA – Kenaikan iuran BPJS Kesehatan sekitar 100% pada 1 Januari 2020 menjadi obrolan di dunia luring maupun daring. Para peserta pun meradang karena kenaikan iuran jaminan kesehatan yang wajib dimiliki itu bakal menambah beban keuangannya.

Lewat Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 yang mengatur soal jaminan kesehatan, iuran BPJS Kesehatan mandiri kelas I naik 100% menjadi Rp160.000 per bulan, kelas II naik 115,68% menjadi Rp110.000, dan kelas III naik 64,7% menjadi Rp42.000.

Kenaikan itu lantas menjadi sorotan masyarakat, termasuk warganet di jagat Twitter. Beberapa influencer maupun akun Twitter lainnya pun saling berkomentar terkait pro dan kontra kenaikan iuran BPJS kesehatan tersebut.

Dikutip dari data Drone Emprit Academy bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia pada 25 Oktober – 4 November 2019, mayoritas tagar yang terbentuk terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan itu bernada kontra dengan kenaikan iuran jaminan kesehatan nasional tersebut.

Lima tagar dengan jumlah kicauan terbanyak antara lain, #BPJSMenyusahkanrakyat (1.193 tweet), #BPJSRentenir (729 tweet), #BPJSKesehatan (622 tweet), #BoikotBPJS (585), dan #BPJSDebtCollector (431 tweet).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top