Binary Option Ketika Jutaan Orang Tidak Menyadarinya

Binary option tengah mengemuka setelah iklan salah satu platformnya viral di media sosial. Lalu, memang apa sih binary option ini?
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 18 November 2019  |  15:06 WIB
Binary Option Ketika Jutaan Orang Tidak Menyadarinya
Untung-buntung di Binary Option. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Binary option mendadak kembali menjadi perbincangan publik setelah ada iklan salah satu penyedia jasanya yang viral di media sosial. Untung besar dalam waktu singkat, serta bisa digunakan oleh para pemula menjadi tawaran kepada khalayaknya.

“Jutaan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka bisa menghasilkan US$1.000 dolar sehari tanpa perlu meninggalkan rumah dan Anda adalah salah satunya,” salah satu cuplikan awal dari iklan salah satu platform binary option tersebut.

Budi Setiawan, sosok dalam iklan itu pun mengaku sebagai trader profesional dan semua yang ada dalam iklan itu bisa diperoleh dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Sejujurnya, itulah yang menggentikan saya, saya mengerti seberapa jauh ketidaktahuan saya dari dunia keuangan. Saya menonton The Wolf Wallstreet dan saya berpikir Wow, orang-orang ini menghasilkan uang dari ketiadaan,” lanjut salah satu cuplikan iklan tersebut.

Iklan yang menggema di Youtube itu mengajak warganet untuk bermain di Binary option bernama Binomo. Bisa dibilang dia adalah salah satu platform binary option yang lumayan terkenal di Indonesia selain Olymptrade dan IQ Option.

Dengan membawa istilah bursa sampai film The Wolf Wallstreet, apakah binary option salah satu instrumen investasi?

Jika dilihat cara kerjanya, Binary option bukanlah sebuah instrumen investasi. Alasannya, investasi adalah penempatan dana dalam jangka panjang dengan harapan nilai nominal bisa naik di kemudian hari. Lalu, naik turunnya nilai investasi tergantung oleh kondisi pasar.

Kalau begitu apakah binary option adalah instrumen yang bisa digunakan oleh para trader instrumen investasi dan komoditas?

Bisa dibilang, binary option juga bukan sebuah instrumen trading. Karakter trading memang cenderung jangka pendek, tetapi keuntungan hasil capital gain atau kenaikan harga instrumen yang diperdagangkan bergerak sesuai dengan kondisi pasar.

Di sisi lain, binary option hanya meminta para pengguna untuk menebak nilai suatu aset apakah akan naik atau turun dalam waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Jika benar, pengguna akan mendapatkan keuntungan sesuai dengan ketentuan awal, begitu juga sebaliknya.

Artinya, tidak ada pasar di sana alias cenderung permainan bilateral sehingga tidak bisa disebut instrumen investasi maupun trading. Risikonya bisa dibilang sangat tinggi hingga mengalami kerugian..

Di Indonesia sendiri sudah banyak broker binary option, diantaranya ada Binomo, Olymptrade, dan IQ Option. Namun saat mengecek situs-situs mereka, ternyata sudah tidak dapat diakses karena diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Namun, mereka punya situs pengganti, seperti Binomo.com menjadi Binomo.org, atau olymptrade.com menjadi idnolymptrade.com, dan iqoption.com menjadi iqoption.org.

Nasib Binary Option di Berbagai Negara

Beberapa platform binary option mengklaim dirinya adalah anggota dari Financial Comission atau Finacom. Namun, Finacom bukanlah regulator dari aktivitas binary option. Keberadaan Finacom pun tidak lantas membuat transaksi di binary option terjamin aman.

Finacom bisa dibilang adalah organisasi yang terdiri dari para profesional. Lalu, peran Finacom sebagai mediator jika ada perselisihan antara pialang dengan trader, terutama di bidang forex. Finacom pun tidak memiliki keterikatan hukum pada wilayah negara manapun.

Federal Bureau of Investigation (FBI) melaporkan bahaya binary option yang menjadi modus penipuan bentuk baru. Pada 2011, tim Tim Internet Crime Complaint Center (IC3) FBI menerima 4 pengaduan dengan kerugian yang dilaporkan lebih dari US$20.000 dari penipuan binary option. Lima tahun kemudian, tim tersebut menerima ratusan pengaduan dengan jutaan dolar. 

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), regulator industri berjangka dan sekuritas di Amerika Serikat (AS) melakukan kompilasi modus penipuan oknum binary option seperti, menolak mengembalikan dana konsumen, mengabaikan kontak komunikasi dengan konusmen, hingga menuduh konsumen yang justru melakukan penipuan.

Lalu, ada pula modus pencurian identitas sampai manipulasi perangkat lunak sehingga menganggu transaksi ketika konsumen akan menang.

Di Benua Biru, aktivitas binary option sempat dilarang sementara oleh The European Securities & Markets Authority (ESMA) pada pertengahan 2018. Alasannya, skema binary option sering disalahgunakan untuk penipuan investasi daring.

Namun, ESMA tidak memperpanjang larangan yang berakhir pada pertengahan 2019. Alasannya, regulator di negara-negara Eropa sudah melakukan pengawasan dan kebijakan seketat ESMA.

Lain Benua Biru, lain pula Negeri Kangguru. Australian Securities and Investments Commission (ASIC) memutuskan kalau Binary option adalah investasi dengan risiko tinggi dan tidak bisa dianalisis.  

Bahkan regulator pasar dan lembaga keuangan Australia itu menyamakan binary option dengan perjudian lantaran investor dinilai memiliki peluang 50/50 untuk kehilangan uang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Tag : investasi
Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top