Generasi Ketiga Ciputra, Melanjutkan Kerajaan Bisnis Sang Begawan Properti

Generasi ketiga Ciputra akan meneruskan tongkat estafet kerajaan bisnis properti konglomerasi grup tersebut. Kira-kira, seperti apa karir generasi ketiga Ciputra saat ini?
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  14:31 WIB
Generasi Ketiga Ciputra, Melanjutkan Kerajaan Bisnis Sang Begawan Properti
Generasi Ketiga Ciputra. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Generasi ketiga Ciputra akan meneruskan tongkat estafet bisnis Grup Properti milik Ciputra tersebut. Kira-kira bagaimana kiprah generasi ketiga Grup Ciputra tersebut?

Keluarga inti yang ditinggalkan oleh sosok yang akrab di sapa Pak Ci terdiri dari satu istri, empat anak, empat menantu, sepuluh cucu, empat cucu menantu, dan tujuh cicit.  

Tidak hanya piawai dalam merintis bisnis, sosok yang dikenal gemar mengoleksi lukisan itu juga pandai mempertahankan dan mengantisipasi keberlanjutan imperium bisnisnya. Jauh sebelum tutup usia, mendiang Ciputra sudah mempersiapkan transisi dan regenerasi kepemimpinan Ciputra Group.

Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931 itu tercatat menempatkan istri, anak, menantu, hingga cucu dalam kemudi bisnis keluarga. Hal ini membuat generasi penerusnya dibekali dengan pendidikan dan mental yang mumpuni agar mampu menyesuaikan dengan iklim bisnis.

Mengacu pada nasihat konsultan manajemen ternama seperti dikutip dalam catatan Bisnis.com, Ciputra Group menyusun apa yang dinamakan 'konstitusi keluarga'. 

Hal ini dapat dilihat dari setelah anak-anaknya lulus dari universitas di luar negeri, Pak Ci mendirikan perusahaan induk keluarga Ciputra Group untuk empat anaknya. Selain istri dan anak-anaknya, saudara laki-laki dan anak-anak ipar mendiang Ciputra turut terlibat dalam manajemen.

Sebagai gambaran dari perusahaan terbuka milik keluarga yakni PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), istri Ciputra Dian Sumeler menduduki posisi komisaris bersama anak pertama Rina Ciputra Sastrawinata, anak kedua Junita Ciputra, dan menantu dari anak keempat Sandra Hedharto. 

Adapun sampai saat tulisan ini diturunkan Pak Ci masih menjabat sebagai Komisaris utama CTRA.

Kemudian, posisi direksi diisi anak keempat Candra Ciputra sebagai direktur utama. Lalu, posisi direktur lainnya diisi oleh menantu dari anak pertama Budiarsa Sastrawinata dan menantu dari anak kedua Harun Hajadi.

Generasi Ketiga Penerus Ciputra

Sampai saat ini beberapa cucu Pak Ci telah terlibat dalam bisnis keluarga. Dari sepuluh nama, dua cucu Ciputra yang cukup familier di publik yakni Nararya Ciputra Sastrawinata dan Cipta Ciputra Harun.

Nararya Ciputra adalah anak laki-laki tertua dari empat bersaudara pasangan Rina Ciputra dan Budiarsa Sastrawinata. Dia baru-baru ini tampil ke publik bersama ibu, paman, dan pengelola Ciputra Group saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Kabar Duka Meinggalnya Ciputra di Ciputra Artpreneur, Ciputra World, Jakarta, pada Kamis (28/11/2019).

Pria kelahiran 1986 itu lulusan International Baccalaureate Diploma dari United World College of South East Asia (UWCSEA) di Singapura pada 2004 dan Master of Engineering (MEng) dari Imperial College London di Inggris pada 2008.

Setahun setelah selesai menimba ilmu, Nararya mulai bergabung dalam bisnis keluarga pada 2009. Dia terlibat dalam proyek Citra Raya Tangerang dengan menduduki posisi Busines Development Officer. Di sini dia belajar banyak hal mulai dari keuangan, perencanaan, desain dan struktur bangunan, business development, marketing, hingga sumber daya manusia (SDM).

Setelah belajar banyak hal sekitar enam bulan, Nararya ditugaskan untuk terlibat proyek Grand Shenyang International City di China yang baru masuk tahap negosiasi dengan pemerintah setempat. Ia terlibat mengelola proyek ini kurang lebih selama 4,5 tahun.

Setelah menjabat Business Development Manager di CitraGarden City Jakarta dari 2013 hingga 2014, Nararya bergabung dengan PT Ciputra Residence sejak 2015. Di perusahaan ini dia memulai dari posisi sebagai GM Corporate Development hingga saat ini menduduki posisi direktur.

Di samping terlibat dalam bisnis keluarga, Nararya juga mendirikan Indogen Capital. Perusahaan modal ventura ini didirikan bersama sejumlah temannya, yakni Chandra Firmanto, Teezar Firmansyah, Hendry Willy, dan Leontinus Alpha Edison. Adapun Leontinus Alpha Edison dikenal luas sebagai salah satu pendiri Tokopedia bersama William Tanuwijaya.

Startup yang masuk dalam portofolio Indogen Capital meliputi, Trevelio, Hijup, Carsome, Fastwork, Lunadorii, Aino, Spacemob, Kofera, Sonic Boom, Recactus, Ahlijasa, ClearBridge, MarcoPolo Learning, GoWork, FundPark, dan Venteny.

Nararya sempat bercerita kepada awak Bisnis.com pada 2018 bahwa tantangan generasi ketiga adalah mempertemukan antara ekspektasi dengan yang dimaui oleh pasar.

“Tantangan generasi ketiga saat ini memang mesti meet up the expectation dan make sure belajar mengikuti yang dimaui pasar kompetitor banyak dari asing. Rajin belajar aja. Selain tentunya flexible dan willing to change,” ungkapnya.

Spirit Kerja Keras yang Diwariskan Ciputra

Selanjutnya, generasi ketiga yang mulai dikenal publik adalah Cipta Ciputra Harun. Anak tertua dari pasangan Yunita ciputra dan Harun Hajadi ini tercatat terlibat dalam proyek CitraGrand Cibubur (CBD) di Cibubur, proyek Ciputra di Pulogadung, dan proyek CitraLand Tallasa City di Makassar.

Sejak September 2015 hingga saat ini, Cipta menjabat sebagai Marketing Manager di Ciputra Group. Selain itu, di akun LinkedIn pribadinya juga tertulis bahwa dia menjabat posisi Development Manager di PT Ciputra Development Tbk. sejak Juni 2014 hingga saat ini.

Meski menjadi cucu Ciputra, Cipta tetap harus menitih karir dari bawah. Dia bahkan harus magang dulu dan digaji sama dengan karyawan lainnya di perusahaan kakeknya.

Cipta dalam acara Indonesia Millenial Summit (IMS) 2019 mengaku pernah bergabung dalam divisi pengembangan bisnis di awal karirnya. Di sini dia belajar melakukan pengecekan izin proyek-proyek baru, menentukan model finansial, dan membuat perencanaan keuangan agar suatu proyek mampu menghasilkan cuan.

Sebelum itu, Cipta menimba pengalaman dengan magang di sejumlah perusahaan ketika masih mengambil studi yang memakan waktu dari 2010 hingga 2014.

Dia bahkan sempat menjadi anak magang yang tidak dibayar di perusahaan Inggris BP Indonesia selama sebulan pada 2010. Di sini, Cipta menjadi penulis artikel untuk berbagai acara di BP Indonesia. 

Lalu dia pernah menjadi Summer Analyst di Morgan Stanley Private Wealth Management dari Juli hingga Agustus 2012 dan Risk Management Consultant di Ernst & Young dari Mei hingga Juli 2013.

Cipta mengenang mendiang kakeknya sebagai pengusaha sukses yang penuh dedikasi. Apa yang dikerjakan oleh Ciputra akan dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

Sarjana Administrasi Bisnis dari University of Southern California itu menjawab tegas ketika diminta menyebutkan satu kata yang mewakili sosok Ciputra. "Satu Kata? Integritas," ungkapnya pada Minggu (1/12/2019).

Cipta menilai bahwa kesuksesan yang diperoleh Pak Ci adalah buah dari hasil kerja keras yang penuh dengan integritas.  

Lantas, mampukah generasi ketiga meneruskan spirit mendiang Ciputra 'mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas'? Biarkan waktu yang akan menjawabnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ciputra

Tag : ciputra
Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top