Perempuan Terkaya di Indonesia, Berlatar Hukum Bercuan dari Farmasi

Perempuan terkaya di Indonesia pada tahun ini adalah Kartini Muljadi yang merupakan pemiliki dari Tempo Scan Pacific. Siapa sesungguhnya sosok perempuan tersebut?
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 12 Desember 2019  |  15:04 WIB
Perempuan Terkaya di Indonesia, Berlatar Hukum Bercuan dari Farmasi
Ahli hukum yang bercuan dari farmasi. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA Perempuan terkaya di Indonesia kembali diraih oleh Kartini Muljadi setelah sebelumnya sempat digantikan sesaat oleh Arini Subianto. Kartini terkenal sebagai ahli hukum yang sukses di bisnis farmasi.

Kartini melejit ke posisi pertama sebagai perempuan terkaya pada 2019 versi Forbes setelah kekayaannya naik US$20 juta menjadi US$630 juta, sedangkan Arini yang berada di posisi kedua memiliki kekayaan senilai US$600 juta.

Jika dihitung dengan kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Kamis (12/12/2019) yang senilai US$1 = Rp14.042. Kekayaan Kartini sampai November 2019 senilai Rp8,84 triliun.

Menurut Forbes, kekayaan Kartini paling besar berasal dari perusahaan keluarganya Tempo Grup yakni PT Tempo Scan Pacific Tbk. yang dikelola sepenuhnya oleh sang putra Handojo Selamet Muljadi.

Tempo Scan saat ini terdiri dari beberapa divisi usaha inti. Pertama, divisi farmasi yang mengeluarkan merek obat-obatan dan suplemen seperti Bodrex, Oskadon, Neorheumacyl, Hemaviton.

Kedua, divisi konsumen dan kosmetik yang memasarkan merek My Baby, S.O.S, Total Care, Marina. Selain itu, perseroan juga memegang beberapa lisensi internasional seperti, Revlon, Estee Lauder, Clinique, MAC, Bobbi Brown, La mer, dan Jo Malone London.

Ketiga, perseroan juga memiliki divisi manufaktur dan Keempat, divisi distribusi dan penunjang.

Saat ini, Tempo Scan Pacific dipimpin oleh anak Kartini, yakni Handojo Selamet Muljadi. Sampai kuartal III/2019, Tempo Scan mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 1,37% menjadi Rp441,64 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Perempuan Terkaya Indonesia di Tempo Scan

Tempo Scan bukanlah perusahaan yang murni didirikan oleh Kartini dan keluarga. Awalnya, Tempo Scan Pacific bernama PT Perusahaan Dagang Tempo pada 3 November 1953 dengan lini usaha perdagangan produk farmasi.

Lalu, 17 tahun kemudian, anak usahanya PT Scanchemie menggarap bisnis manufaktur di bidang farmasi. Perseroan pun menggarap bisnis kosmetik lewat dua anak usahanya, yakni PT Barclay Products pada 1977 dan PT Rudy Soetadi pada 1980-an.

Kartini Muljadi dan keluarganya masuk ke Tempo Scan lewat PT Bogamulia Nagadi yang didirikan pada 1990. Dian P. Tanzil dan Handojo Muljadi melakukan restrukturisasi kepada Tempo Scan pada 1991.

Restrukturisasi itu dilakukan dengan menghentikan lini usaha yang tidak sesuai dengan bisnis intinya telah ditentukan, yakni kegiatan produksi dan pemasaran produk farmasi seperti, obat tanpa resep, produk kosmetik, dan distribusi logistik.

Dengan begitu, PT Scanchemie pun dijadikan holding company grup dan diganti namanya menjadi Tempo Scan Pacific. Dari komposisi pemegang saham, Bogamulai Nagadi, perusahaan milik Kartini Muljadi dan keluarganya menjadi pemegang saham mayoritas perseroan.

Sebelum menjajal bisnis farmasi, Kartini adalah lulusan hukum yang sempat menjadi pengacara, notaris, dan hakim. Bahkan, Kartini sempat membangun firma hukum komersial dan korporasi bernama Kartini Muljadi & Rekan.

Firma hukumnya sempat laris manis dan terkenal, terutama ketika menyelesaikan banyak kasus korporasi ketika krisis moneter pada 1997. Dari latar belakang hukum, Kartini ternyata mampu mengembangkan cuannya hingga ke sektor farmasi ya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
orang terkaya

Tag : orang terkaya
Editor : Surya Rianto
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top