Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

NAB Reksa Dana Tembus Rp542 Triliun, Siapa 10 MI Terbesar?

Pada akhir 2019, nilai aktiva bersih industri reksa dana nasional tercatat sebesar Rp542,19 triliun. Siapa MI dengan dana kelolaan reksa dana paling jumbo?
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  15:00 WIB
3jan/bisnis/grafik/mi/reksa/dana/tri/utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Pada akhir 2019, dana kelolaan industri reksa dana nasional tercatat sebesar Rp542,19 triliun.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, nilai aktiva bersih reksa dana di Tanah Air sempat menyentuh level Rp553,26 triliun per Oktober 2019. Namun, berangsur-angsur turun pada November-Desember.

Kendati demikian, nilai aktiva bersih total reksa dana pada 2019 tumbuh 6,92% secara tahunan dari posisi Rp507,09 triliun per 2018.

Di sisi lain, total unit penyertaannya tercatat sebanyak 424,79 miliar per Desember 2019, naik 13,62% dari 373,85 miliar per akhir 2018.

Pada 2019, pertumbuhan industri reksa dana dipengaruhi oleh volatilitas pasar modal dan sejumlah kasus yang melilit manajer investasi.

Seperti diketahui, pada 2019, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di level 6.299,54. IHSG mencetak return 1,7% dari penutupan akhir 2018 di level 6.194,49.

Di sisi lain, pasar obligasi bergairah seiring dengan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 100 basis poin ke levevl 5%. Sejalan dengan itu, yield SUN tenor 10 tahun melandai dari level 8,02% pada akhir 2018 menjadi 7,1%.

Saat investasi reksa dana sedang digaungkan oleh para pelaku industri, OJK mengungkap tiga kasus pelanggaran regulasi pasar modal yang melibatkan empat perusahaan manajer investasi. Mereka ialah Narada Asset Manajemen, Pratama Capital Asset Management, MNC Asset Mangement, dan Minna Padi Aset Manajemen.

Kasus itu sedikit banyak mencoreng kredibilitas dan kepercayaan investor terhadap industri reksa dana di Tanah Air.

Di tengah gejolak tersebut, ada 10 MI yang menggenggam nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana terbesar pada 2019 dan menjadi penguasa pasar. Berikut lima MI yang menempati posisi teratas berdasarkan data dalam website reksa dana OJK yang diolah Bisnis.

Pertama, Batavia Prosperindo Aset Manajemen yang mengelola Rp47,16 triliun dengan 142 produk.

Kedua, Mandiri Manajemen Investasi yang tercatat mengelola Rp44,98 triliun dari 176 produk.

Ketiga, Bahana TCW Investment Management dengan dana kelolaan sebesar Rp40,96 triliun dari 130 produk yang tercatat.

Keempat, Schroders Investment Management Indonesia dengan AUM sebesar Rp40,72 triliun dari 32 produk.

Kelima, Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan dana kelolaan sebesar Rp29,7 triliun dan 31 produk.

Mampukah NAB reksa dana tumbuh lebih tinggi pada 2020?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana investasi
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.



Berita Terkini Lainnya

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top