Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SWF Indonesia untuk Infrastruktur

Dalam 2 tahun, Presiden Joko Widodo menargetkan CEO SWF menghimpun dana US$200 miliar atau sekitar Rp2.800 triliun.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  21:44 WIB
SWF Indonesia untuk infrastruktur. - Desain Grafik/Yayan Indrayana

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memimpin sendiri pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pembiayaan Investasi yang bernama Indonesia Investment Authority (INA). 

Kepala Negara menargetkan lembaga yang dipimpin oleh Ridha DW Wirakusumah, itu mampu menghimpun dana segar sebesar US$10 miliar. Melengkapi modal yang diberikan negara sebesar US$5 miliar. Dana ini diutamakan untuk proyek-proyek infrastruktur di dalam negeri seperti jalan, pelabuhan hingga bandara.

"Perkiraan saya, INA bisa meraup dana sebesar US$10 miliar baik dari dalam negeri maupun luar negeri dalam waktu 6 bulan. Dalam 2 tahun, US$200 miliar," ujar Presiden saat berbincang dengan pimpinan media, Rabu (17/2/2021).

Selain Ridha, jajaran SWF Indonesia terdiri dari Wakil Ketua Dewan Direktur Arief Budiman, Stefanus Ade Hadiwidjaja sebagai Direktur Investasi, Marita Alisjahbana sebagai Direktur Risiko, dan Eddy Porwanto Poo sebagai Direktur Keuangan.

“Saya perlu menegaskan Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority yang disingkat INA ini mempunyai posisi yang sangat strategis dalam percepatan pembangunan yang berkelanjutan,” papar Jokowi saat pelantikan.

Sementara itu dalam pengantarnya, Ridha Wirakusumah menetapkan tiga rencana tata kelola Indonesia Investment Authority (INA). Ridha mengatakan bahwa mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Direksi merupakan tugas mulia. Akan tetapi, penunjukan ini tidak ringan.

“Memang visi dan misi SWF itu luar biasa luasnya dan yang pertama yang ingin saya tekankan adalah kami ingin menciptakan sebuah iklim investasi sehingga para investor bisa masuk ke Indonesia dengan lebih nyaman dan lebih yakin,” kata Ridha dalam keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Dia menyebut iklim investasi yang sehat akan menarik minat dan partisipasi investor untuk bersama-sama membangun Indonesia. Meskipun demikian dia menekankan bahwa lembaga ini ditujukan untuk mencari modal bukan dana pinjaman.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi SWF Indonesia
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.



Berita Terkini Lainnya

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top