Gairah Manufaktur di Tengah Pemilu dan Jelang Ramadan

Industri manufaktur bakal didongkrak oleh dua momen yakni, Pemilu dan Ramadan. Simak ulasannya di sini.
Annisa Sulistyo Rini, Hadijah Alydrus, & Andi M. Arief | 12 April 2019 19:14 WIB
Tren industri pengolahan. - Tri Utomo / Ilham Nesabana

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri manufaktur akan melanjutkan gairahnya hingga kuartal II/2019. Salah satu penopangnya adalah prospek permintaan jelang pemilihan umum dan Ramadan.

Menurut survei kegiatan dunia usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI), terjadi peningkatan kegiatan usaha sektor manufaktur pada kuartal I/2019 dengan saldo bersih tertimbang 1%.

Geliat industri manufaktur juga tercermin dalam Prompt Manufacturing Index (PMI)-BI yang tercatat 52,65% pada kuartal pertama tahun ini.

Lalu, Nikkei Indonesia Manufacturing Purchasing Manager's Index (PMI) juga telah melewati 50 pada Maret 2019 menjadi 51,2.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan, jelang pemilu, puasa Ramadan, dan Lebaran, sejumlah sektor terkait dengan konsumsi akan meningkat permintaannya. Sektor itu antara lain, makanan minuman, pakaian jadi, serta keperluan gaya hidup lainnya.

Alhasil, industri manufaktur pun harus meningkatkan kapasitas produksinya. Pertumbuhan industri pengolahan itu diprediksi berlanjut hingga kuartal kedua.

"Posisi manufakturbiasanya meningkat setelah Januari dan naik setelah produsen memperoleh kontrak dari pembelinya," ujarnya kepada Bisnis pada Kamis (11/4).

Tag : manufaktur
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top