Sejarah Indonesia, Letusan Gunung Kelud Bikin Langit Jawa Penuh Abu Vulkanik

Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 membuat langit Pulau Jawa tertutup abu vulkanik. Kerugiannya akibat bencana itu ditaksir hingga Rp1,2 triliun.
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  18:52 WIB
Sejarah Indonesia, Letusan Gunung Kelud Bikin Langit Jawa Penuh Abu Vulkanik
Gunung Kelud meletus hingga menutup Jawa dengan abu vulkanik. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 menjadi salah satu letusan paling besar sepanjang sejarah. Hujan abu vulkanik gunung di Kediri, Jawa Timur menyebar hingga Jawa Barat.

Empat hari setelah kejadian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan kerugian yang timbul akibat bencana ini ditaksir senilai Rp1,2 triliun.

Berdasarkan pendataan awal, sektor komoditi seperti padi, jagung, tomat, cabai, kedelai menjadi paling banyak merugi, sebanyak Rp1,1 triliun.

Lalu, kerugian sektor perkebunan yang meliputi kopi, tebu, cengkeh, dan kakao di daerah Blitar, Kediri, dan Malang mengalami kerugian Rp84 miliar. Sektor peternakan, seperti sapi perah, sapi ternak, dan peternakan lainnya sebesar Rp13 miliar juga kerusakan sekolah mencapai Rp2,7 miliar.

Bencana itu memberikan dampak ekonomi yang cukup besar. Tidak hanya Kediri, Yogyakarta pun mengalami kegiatan jual beli lumpuh selama 2 hari.

Pedagang kaki lima di Malioboro, Yogyakarta, diprediksi mengalami kerugian hingga Rp2 miliar. Lalu, perhotelan juga mengalami kerugian Rp40 juta per hari.

Petugas mengukur ketebalan abu vulkanik di Bandara Adi Sutjipto, Sleman, Jumat (14/2/2014). Semua penerbangan di Bandara Adi Sutjipto ditiadakan dan ditutup hingga batas waktu yang tidak pasti akibat debu dari meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur sehingga jarak pandang sangat terbatas. / JIBI

Hujan abu vulkanik Gunung Kelud yang dahsyat itu membuat tujuh bandara dari Jawa Timur sampai Jawa Barat ditutup. Alhasil, 281 penerbangan dibatalkan.

Penerbangan Bandara Juanda Surabaya paling banyak dibatalkan, yakni 166 penerbangan. Lalu, Bandara Abdul Rachman Saleh Malang 8 penerbangan, Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta 55 penerbangan, kemudian Bandara Adi Sumarmo Solo 14 penerbangan, dan Bandara Ahmad Yani Semarang dan Bandara Husein Sastranegara Bandung masing-masing 38 dan 12 penerbangan.

Lalu, pelaku usaha budidaya perikanan juga mengalami kerugian besar.  274 pembudidaya di 16 kecamatan, Kabupaten Kediri mengalami kerugian dengan total Rp3,9 miliar.

Rata-rata nilai kerugian setiap pembudidayaan mencapai Rp14,4 juta/orang. Kerugiannya berupa kematian ikan, kematian benih ikan, kematian induk ikan, rusaknya kolam. Sejak 1586, Gunung Kelud telah meletus sebanyak delapan kali. Letusan pada 2014 itu disebut menjadi yang terbesar.

 Legenda Gunung Kelud

Gunung Kelud memiliki pembentukkanya tersendiri. Konon, gunung itu bukan berasal dari gundukan tanah yang meninggi alami.

Awal Gunung Kelud terbentuk berasal dari penolakan cinta seorang putri bernama Dewi Kilisuci terhadap dua raja berkepala Kerbau dan Lembu, Mahesa Suro dan Lembu Suro.

Dewi Kilisuci adalah seorang putri Jenggolo Manik yang terkenal dengan kecantikannya. Mahesa Suro dan Lembu Suro pun terpikat dengannya.

Namun, Dewi ingin menolak ungkapan cinta dua raja tersebut. Salah satu caranya adalah dengan membuat sayembara membuat dua sumur di atas puncak Gunung Kelud.

Dua sumur itu pun bukan sumur biasa, kedua raja itu harus membuat sumur berbau amis dan harum. Sumur itu harus selesai dalam satu malam.

Ternyata, kedua raja ini mampu membuat sumur itu dan keduanya pun memenuhi syarat sayembara. Sang putri tetap enggan menikah dengan kedua raja tersebut.

Akhirnya, dia meminta kedua raja itu membuktikan kedua sumur itu benar-benar bau amis dan harum dengan masuk ke dalamnya.

Kedua raja itu pun nurut dengan rayuan sang putri dan masuk ke dalam sumur. Dewi Kilisuci pun langsung memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbun keduanya dengan batu. Mahesa Suro dan Lembu Suro pun mati di dalam sumur tersebut.

“Ya, orang kediri akan mendapatkan balasan dariku yang sangat besar. Kediri akan menjad i sungai, Blitar jadi daratan, dan Tulungagung jadi danau,” sumpah Lembu Suro sebelum mati tertimbun batu.

Akhirnya, kisah legenda itu membuat masyarakat lereng Gunung Kelud melakukan sesaji sebagai tolak bala sumpah Lembu Suro tersebut.


 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bencana alam, sejarah indonesia

Tag : bencana alam, sejarah indonesia
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top