Negara Asia Pasifik Waspada dengan Utang China, Ini Kelanjutan Proyek OBOR

Proyek raksasa China One Belt One Road mendapat sentimen negatif dari beberapa negara. Malaysia yang membatalkan proyek sampai Myanmar yang memangkas nilai kesepakatan investasi. Bagaimana langkah China selanjutnya
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 04 April 2019  |  18:10 WIB
Negara Asia Pasifik Waspada dengan Utang China, Ini Kelanjutan Proyek OBOR
04/Hal/5/Global/Jalur/Sutra

Bisnis.com, JAKARTA -- Inisiatif Belt and Road alias Jalur Sutra China yang baru penuh dengan skeptisme dari berbagai negara. Amerika Serikat (AS) pun mewanti-wanti agar pemerintah negara terkait berhati-hati dengan aksi Negeri Tirai Bambu tersebut.

Banyak negara yang curiga kebijakan inisiatif One Belt and One Road alias OBOR memiliki muatan politis.

Beberapa sumber yang familiar dengan informasi ini mengatakan, penggunaan label atas proyek pemerintah yang tidak diautorisasi itu telah menciptakan kebingunan. Ruang lingkup dari inisiatif Presiden China Xi Jinping ini telah rusak reputasinya di luar negeri.

"Komisi reformasi dan pembangunan nasional China (NDRC) sedang mengerjakan daftar proyek Obor yang resmi diakui pemerintah China. Ini akan mencakup perusahaan milik negara dan swasta, serta membantu pihak berwenang meningkatkan regulasi proyek," ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg pada Rabu (3/4/2019).

Adapun, Xi Jinping mulai meluncurkan proyek modern ini untuk membangun kembali rute perdagangan kuno melintasi Eurasia pada 2013.

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence sempat memperingatkan negara di Asia Pasifik pada November 2018, untuk tidak mengambil utang dari China. Negeri Paman Sam pun mengaku tidak akan menawarkan program serupa seperti Negeri Tirai Bambu.

Alhasil, beberapa negara di Asia memang tengah mengkaji kembali manfaat investasi China.

Salah satunya Malaysia yang melakukan pembicaraan terkait proyek kereta api senilai US$20 miliar yang dibatalkan oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Lalu, Myanmar juga berupaya memangkas nilai kesepakatan pembangunan pelabuhan yang disepakati oleh rezim sebelumnya.

Kemudian, Maladewa baru saja melengserkan pemerintahan pro-China pada tahun lalu.

Untuk itu, China tengah berupaya melawan berbagai kritik terhadap program besutan presiden Xi tersebut.

Xi Jinping sudah bersiap untuk menjadi tua rumah bagi 40 pemimpin dunia pada forum OBOR pada April 2019.

China pun berusaha untuk menekankan partisipasi yang beragam dan menawarkan miliaran bantuan utang ke negara-negara Afrika dalam upaya melawan kritik.

Xi pun mengatakan, OBOR adalah inisiatif untuk kerja sama ekonomi, alih-alih aliansi geopolitik atau liga militer, dan ini merupakan proses yang terbuka dan inklusif, bukan sebuah bentuk blok ekslusif atau 'klub China'.

Pekan lalu, China bersama Italia menandatangani kesepakatankerja sama, di mana kesepakatan ini akan menjadikan italia sebagai negara pertama dari G7 yang tergabung dalam proyek infrastruktur OBOR tersebut.

Tag : one belt one road
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top