Ternyata Ini Portofolio Investasi Saratoga Sepanjang 2018

Saratoga Investama mencatatkan rugi senilai Rp6,2 triliun. Namun, kerugian itu belum terealisasi karena disebabkan penurunan harga saham portofolio investasinya. Memang di mana saja Saratoga berinvestasi?
Oliv Grenisia & Surya Rianto | 05 April 2019 14:30 WIB
portofolio investasi saratoga. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., perusahaan milik Sandiaga Uno, mencatatkan rugi bersih Rp6,2 triliun pada 2018. Penyebabnya, harga saham portofolio investasinya tengah turun, apa saja portofolio investasi emiten berkode SRTG tersebut?

Saratoga tercatat memiliki portofolio investasi dengan kepemilikan di atas 5% pada 9 perusahaan terbuka. Perusahaan terbuka itu tidak hanya di Indonesia, tetapi ada juga di Singapura dan Australia. Ini 5 portofolio Saratoga yang paling besar.

Nilai wajar portofolio terbesar Saratoga pada 2018 adalah PT Adaro Energy Tbk. Perseroan mencatat nilai wajar investasi di emiten berkode ADRO itu senilai Rp5,92 triliun.

Nilai itu turun sebesar 34,45%. Penyebab penurunannya adalah anjloknya harga saham ADRO sepanjang 2018 sebesar 34,67%.

Lalu, portofolio terbesar kedua ada di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. senilai Rp5,34 triliun. Nilai wajar investasi Saratoga di sana turun 43,57% akibat anjloknya harga saham emiten berkode TBIG itu sebesar 43,96%.

Investasi terbesar ketiga perseroan adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk senilai Rp3,02 triliun. Nilai itu naik 87,07% seiring dengan lonjakan harga saham emiten berkode MDKA itu sebesar 70,56% dan penambahan kepemilikan dari 18,94% menjadi 20,76%.

Portofolio keempat terbesar Saratoga adalah PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. dengan nilai wajar senilai Rp1,96 triliun. Nilai investasi wajar itu turun 6,7% selaras dengan penurunan harga saham emiten berkode MPMX sebesar 6,7% sepanjang 2018. 

Portofolio investasi kelima terbesar Saratoga adalah PT Provident Agro Tbk.

Perusahaan yang juga dimiliki Sandiaga Uno ini mencatatkan nilai investasi wajar di emiten berkode PALM itu senilai Rp830,67 miliar. Nilai itu sudah turun 20,73% dibandingkan dengan 2017.

Penurunan itu selaras dengan pergerakan harga saham PALM yang anjlok 20,73% sepanjang 2018.

Nah, volatilitas harga saham portofolio investasi Saratoga itu yang membuat kinerjanya mencatatkan rugi. Namun, kerugian itu masih belum terealisasi karena disebabkan penurunan harga saham, dan Saratoga masih belum melepas portofolio investasinya.

Tag : emiten, saratoga investama sedaya
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup