Menanti January Effect Dongkrak IHSG

IHSG berpotensi menguat seiring momentum January Effect. Namun, seberapa besar potensi penguatan IHSG sepanjang bulan pertama tahun ini?
Emanuel B. Caesario | 07 Januari 2019 13:35 WIB
IHSG berpotensi menguat seiring dengan fenomena January Effect. - Husin Parapat - Ilham Mogu

Bisnis.com,JAKARTA -- January Effect diprediksi bisa kembali terjadi pada awal tahun ini. Apalagi, sentimen positif dari dalam negeri diperkirakan bisa mengerek indeks harga saham gabungan sepanjang bulan ini.

Jelang tutup sesi I Senin (07/01), IHSG bergerak menguat 0,79% menjadi 6.323. Sejak awal tahun ini, IHSG sudah menguat sebesar 2,32%.

Kepala Riset Institusi MNC Sekuritas Thendra Crisnanda Kepala Riset Institusi MNC Sekuritas mengatakan, berdasarkan data 10 tahun terakhir, peluang IHSG mencatat return positif pada Januari bisa mencapai 70%.

"Lalu, penguatan IHSG kali ini akan ditopang oleh potensi capital inflow," ujarnya.

Pasar Indonesia dinilai masih menarik bagi asing karena menawarkan potensi return investasi yang menggembirakan.

IHSG diprediksi bergerak pada kisaran 6.300 pada akhir Januari 2019. Sektor dan emiten yang berpotensi menguat adalah komoditas dan konsumsi seperti, ADRO, PTBA, INCO, ANTM, GGRM, dan HOKI.

Di sisi lain, Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido mengatakan, manager investasi bakal melakukan penyesuaian porotoflio pada awal tahun. Jadi, kinerja pasar pada Januari bisa terdongkrak.

Apalagi, sentimen positif dalam negeri seperti, kurs rupiah terjaga stabil bisa semakin mendukung kinerja IHSG.

Beberapa saham pun memiliki price to earning ratio yang masih murah. Sektor konstruksi disebut menjadi pilihan utama pada awal tahun ini, khususnya saham BUMN.

Tag : IHSG, saham, rekomendasi saham
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top