Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kisah Coca Cola, Dari Mengandung Alkohol Hingga Terancam Isu Kesehatan

Coca-cola menjadi minuman paling favorit untuk menyejukkan ketika cuaca panas. Nah, berikut ini sejarah Coca-cola.

Bisnis.com, JAKARTA – Coca  Cola menjadi minuman yang menemani makan-makanan cepat saji dan segar dinikmati ketika cuaca panas. Pesaing terdekat minuman bersoda itu di Indonesia hanya Teh Botol. Kira-kira dari mana munculnya ide menciptakan minuman bersoda tersebut?

Semua itu bermula dari ide John S. Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Amerika Serikat (AS),  yang membuat minuman alkohol jenis anggur koka. Dia menamakan produknya itu Pemberton’s French Wine Coca.

Sayangnya, formula itu tidak bisa diperdagangkan karena ada larangan penjualan anggur jenis koka pada 1885.

Alhasil, produk karya Pemberton itu tidak bisa muncul di pasaran. Dia pun meracik ulang minumannya itu agar tidak menggunakan anggur.

Setahun pasca pelarangan itu, Pemberton telah mengganti anggur menjadi sirup karamel dicampur dengan air berkarbonasi, serta sari kacang kola dan koka. Nah, minuman itulah yang menjadi cikal bakal Coca Cola yang eksis hingga saat ini.

Pemberton menjual minuman perdananya itu dengan harga 5 sen di toko Jacob’s  Pharmacy.

Namun, menjual minuman itu tidak semudah yang dibayangkan. Pemberton harus melakukan beberapa strategi  seperti, kupon minuman gratis, spanduk, hingga iklan pertama kali di media massa jurnal Atlanta.

Sayangnya, dua tahun setelah menemukan racikan Coca Cola, Pemberton meninggal dunia. Produk itu pun terkatung-katung nasibnya hingga Asa G. Candler, pebisnis asal AS, membeli hak resep Pemberton itu pada 1891. Setelah membeli hak cipta itu, Candler mendirikan The Coca-Cola Company.

Kepemilikan Coca-cola berganti setelah 28 tahun dimiliki oleh Candler. Konsorsium yang dipimpin oleh Ernest Woodruff membeli Coca-cola senilai US$25 juta pada 1918. Woodruff dkk pun langsung bawa Coca Cola melantai di bursa New York pada tahun yang sama setelah akuisisi.

Isu Kesehatan Ancam Coca Cola

Eksistensi Coca Cola memang terus berlanjut hingga kini, tetapi perusahaan minuman berkarbonasi itu menyadari ada ancaman besar yang bisa menggerus penjualannya yakni, isu kesehatan.

Coca Cola pun tidak tinggal diam, perusahaan itu melakukan berbagai upaya untuk meredam isu kesehatan tersebut. Salah satunya dengan meluncurkan situs informasi berisi edukasi kesehatan minuman soda pada 2013. Situs itu bernama The Beverage Institute for Health and Wellnes

Pada hari jadinya ke-127 tahun, Coca Cola menegaskan komitmennya kepada konsumen kalau produk minuman bersodanya aman untuk semua kalangan.

Untuk memastikan itu, Coca Cola melakukan 4 hal yakni, menyediakan minuman tanpa kalori, menginformasikan kandungan dalam minuman secara transparan, menjaga kesehatan anak-anak, dan mengajak untuk hidup sehat.

Namun, New York Times sempat melaporkan kalau Coca Cola menggelontorkan dana senilai US$1,5 juta kepada organisasi nirlaba Global Energy Balance Network untuk promosi cegah obesitas dengan diet dan olah raga.

Nah, apakah kamu salah satu penggemar minuman bersoda ini?


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Oliv Grenisia
Editor : Surya Rianto

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Infografik Lainnya

Berita Terkini Lainnya

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper