Menuntut Keadilan Jatuhnya Malaysia Airlines MH17

Pada Juli 2014, pesawat Malaysia Airlines MH17 jatuh di Ukraina. Persidangan untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini telah dimulai di Belanda.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  16:53 WIB
Menuntut Keadilan Jatuhnya Malaysia Airlines MH17
Infografik kronologi jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. - Bisnis/Amri Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Tahun 2014 bukanlah tahun yang penuh kenangan manis bagi Malaysia Airlines, berkat dua peristiwa besar yang melibatkan pesawat milik maskapai itu.

Setelah pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 hilang nyaris tanpa bekas dalam penerbangannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014, selang beberapa bulan, giliran pesawat bernomor penerbangan MH17 yang tidak berhasil sampai tujuan dengan selamat. Pada 17 Juli 2014, pesawat tersebut jatuh di Ukraina dalam perjalanan menuju Kuala Lumpur dan menewaskan seluruh penumpang serta kru di dalamnya.

Berdasarkan laporan tim investigasi gabungan lima negara yang dipimpin oleh Belanda, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (10/3/2020), pesawat itu diyakini jatuh setelah dihantam rudal yang ditembakkan oleh kelompok separatis Ukraina pro Rusia. Saat itu, Ukraina memang tengah berseteru dengan Rusia, yang berakhir dengan aneksasi Semenanjung Crimea oleh Moskow.

Laporan tersebut menyatakan ada empat tersangka yang bertanggung jawab atas penembakan rudal terhadap pesawat MH17, yakni Igor Girkin, Sergey Dubinskiy, Oleg Pulatov, dan Leonid Kharchenko. Tiga di antaranya adalah warga Rusia, sedangkan satu lainnya merupakan warga Ukraina.

Persidangan atas kasus ini digelar di Belanda, dekat Bandara Schipol di Amsterdam. Sidang pertama sudah dimulai pada Senin (9/3).

Meski demikian, seluruh tersangka tidak hadir dalam proses persidangan dan kemungkinan besar tak akan pernah hadir. Pihak Rusia dan para tersangka sudah menyatakan bantahan atas keterlibatan mereka.

Sidang perdana kemarin, telah memverifikasi 49 klaim anggota keluarga korban MH17 untuk berbicara di persidangan. Sementara itu, sebanyak 82 keluarga korban lainnya bakal menyerahkan pernyataan tertulis. 

Dengan banyaknya anggota keluarga yang akan memberikan pernyataan, proses persidangan diperkirakan akan berlangsung hingga 2021.

Akankah keluarga dan kerabat korban mendapatkan keadilan?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pesawat jatuh, malaysia airlines

Tag : pesawat jatuh, malaysia airlines
Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top